Sajak Rindu untuk mu
Bapak
Dari gadis kecilmu
yang kini merantau seorang diri
“Bapak”,
rasanya jarang sekali aku mengucap kata itu. Bahkan dalam sehari saja bisa
kuhitung berapa kali aku mengucapkan kata yang menggambarkan sosok yang kata
orang sangat berjasa bagi diriku ini. Sosok yang kata orang sangat
hebat,kuat,mengayomi,melindungi sebagai panutan untuk kami putra-putrinya. Yah
apa karena aku tak pernah melihat sosok itu tergambar dalam dirinya? Aku jarang
mengucap kata “bapak”.
Yang aku ingat dari sosoknya,
yang aku rasakan dari sosoknya hanyalah seorang yang kasar,keras,temprament,melanggar
perintah Allah,selalu melenceng dari ajaran Islam,tidak pernah peduli akan kami
putra-putrinya,egois,ringan tangan terhap kami, selalu bertengkar dihadapan
kami, yang membuat mental kami menjadi rendah. Sosok yang bahkan nama panjang
dari putrinya sendiri mungkin engkau sama sekali tidak mengingatnya. Yah
keegoisanya kekanak-kanakanya mengalahkan segalanya. Rasa kasih sayanng seorang
bapak??boleh kah aku tau bagaimana rasanya?? Itu yang tidak pernah aku rasakan
sejak aku masih kecil, yang aku lihat hanya kebencian yang bersemaam dalam diri
ini dari sosok yang aku panggil “bapak”. Adakah namaku terukir dihatimu pak??
Adakah sosok putri mu ini di fikiran mu pak, walau hanya selintas?? Itu sudah
cukup bagiku. Pelukan hangat seorag bapak yang hanya bisa aku gambarkan dari
cerita-cerita teman-temanku. Ya Allah jika engkau berkenan ijinkan aku
merasakan pelukan hangat seorang yang aku panggil “bapak” walaupun hanya sekali
seumur hidupku, aku rindu padanya....aku butuh pelukanya untuk menguatkanku
menghadapi dunia ini, walau hanya satu kali saja itu cukup bagiku.
Bapak adalah
seseorang yang kasar,ringan tangan, kata-kata kasar selalu terucap
darinya,egois,kekanak-kanakan,selalu melanggar apa yang Allah perintah, tidak
pernah peduli akan kami,pendusta,berbuat curang....gambaran itu yang aku
dapatkan ketika aku bertanya siapa bapak itu kepada ibu. Bapak adalah seseorang
yang aku benci, keras,pembohong,suka berbuat zhalim,ringan tangan
terhadapku,tidak pernah peduli padaku,tidak pernah memberi dan mengajarkan
kebaikan padaku, pemalas...gambaran itu yang aku dapatkan ketika aku bertanya
siapa bapak itu kepada adiku. Tidak kah kalian lihat kebaikan dari sosok yang
aku panggil “ bapak “ itu??walau hanya setetes embun yang jatuh??
Rasa patuh dan
hormat selalu aku berikan untuknya, didepanya aku selalu tersenyum dengan manis
dibalik berjuta-juta luka yang telah “bapak” goreskan dihatiku,dihati
adik-adiku,dihati ibu ku. Di setiap ibadah yanng aku lakukan tak luput untaian
kata-kata do’a aku bisikan agar Allah memberikan cahaya bagi sosok yang aku
panggil bapak ini, agar Bapak bisa menjadi pelita dan cahaya bagi keluarga kami
seperti halnya Rasulullah. InsyaAllah i believe, may be not now, but i believe it’s not too longer
Teriris
rasanya hati ini ketika melihat ayah yang selalu menceritakan rasa bangganya
terhadap anaknya, teriiris hati ini setiap melihat sosok ayah yang selalu
bekerja keras utuk pendidikan anaknya, teriris hati ini menggambarkan sosok
ayah yang selalu berkorban, melindungi,memberikan rasa kasihnya untuk
kebahagiaan keluarganya. Ya Allah adakah rasa itu mungkin bisa aku rasakan dari
sosok yang aku panggil “bapak” itu adakah secuil kebaikan dalam sosok yang
kupanggil “Bapak” ini? Adakah yang patut aku jadikan tauladan bagi sosok yang
aku panggil bapak ini?
Dibalik semua
sikapmu “bapak” aku percaya hati kecilmu menjerit ketika melihat putri ini
berada jauh dari mu, merauntau seorang diri di dunia tambang yang keras ini.
Dihati kecilmu aku rasakan ada kekhawatiran yang begitu besar karena engkau
tidak pernah memberikan bekal dan contoh yang baik untuk putrimu ini. Rasa
rindu ku rasakan begitu hebatnya kepada sosok yang kupanggil “bapak “ini. Aku
ikhlaskan segalanya....aku lapangkan dada....
Menetes air
mata ini mengingat waktu itu distasiun kereta, tampak jelas kekhawatiran mu “
bapak” ketika engkau melepas anak gadismu ini merantau seorang diri dengan
memalingkan wajah diikuti derai air mata yang mengalir. Aku rindu saat
itu....aku rindu untuk kali pertama aku melihat hati kecil bapak yang masih
menaruh rasa khawatirnya akan sosok gadis kecil ini. Di sini bersama hembusan
angin,belaian dedaunan,kicauan burung,deru ombak sungai.....aku titipkan rasa
rindu ini untukmu “ Bapak” .