Senin, 27 Juli 2015

Sajak Rindu untuk mu Bapak



Sajak Rindu untuk mu Bapak
Dari gadis kecilmu yang kini merantau seorang diri
“Bapak”, rasanya jarang sekali aku mengucap kata itu. Bahkan dalam sehari saja bisa kuhitung berapa kali aku mengucapkan kata yang menggambarkan sosok yang kata orang sangat berjasa bagi diriku ini. Sosok yang kata orang sangat hebat,kuat,mengayomi,melindungi sebagai panutan untuk kami putra-putrinya. Yah apa karena aku tak pernah melihat sosok itu tergambar dalam dirinya? Aku jarang mengucap kata “bapak”.
                Yang aku ingat dari sosoknya, yang aku rasakan dari sosoknya hanyalah seorang yang kasar,keras,temprament,melanggar perintah Allah,selalu melenceng dari ajaran Islam,tidak pernah peduli akan kami putra-putrinya,egois,ringan tangan terhap kami, selalu bertengkar dihadapan kami, yang membuat mental kami menjadi rendah. Sosok yang bahkan nama panjang dari putrinya sendiri mungkin engkau sama sekali tidak mengingatnya. Yah keegoisanya kekanak-kanakanya mengalahkan segalanya. Rasa kasih sayanng seorang bapak??boleh kah aku tau bagaimana rasanya?? Itu yang tidak pernah aku rasakan sejak aku masih kecil, yang aku lihat hanya kebencian yang bersemaam dalam diri ini dari sosok yang aku panggil “bapak”. Adakah namaku terukir dihatimu pak?? Adakah sosok putri mu ini di fikiran mu pak, walau hanya selintas?? Itu sudah cukup bagiku. Pelukan hangat seorag bapak yang hanya bisa aku gambarkan dari cerita-cerita teman-temanku. Ya Allah jika engkau berkenan ijinkan aku merasakan pelukan hangat seorang yang aku panggil “bapak” walaupun hanya sekali seumur hidupku, aku rindu padanya....aku butuh pelukanya untuk menguatkanku menghadapi dunia ini, walau hanya satu kali saja itu cukup bagiku.
Bapak adalah seseorang yang kasar,ringan tangan, kata-kata kasar selalu terucap darinya,egois,kekanak-kanakan,selalu melanggar apa yang Allah perintah, tidak pernah peduli akan kami,pendusta,berbuat curang....gambaran itu yang aku dapatkan ketika aku bertanya siapa bapak itu kepada ibu. Bapak adalah seseorang yang aku benci, keras,pembohong,suka berbuat zhalim,ringan tangan terhadapku,tidak pernah peduli padaku,tidak pernah memberi dan mengajarkan kebaikan padaku, pemalas...gambaran itu yang aku dapatkan ketika aku bertanya siapa bapak itu kepada adiku. Tidak kah kalian lihat kebaikan dari sosok yang aku panggil “ bapak “ itu??walau hanya setetes embun yang jatuh??
Rasa patuh dan hormat selalu aku berikan untuknya, didepanya aku selalu tersenyum dengan manis dibalik berjuta-juta luka yang telah “bapak” goreskan dihatiku,dihati adik-adiku,dihati ibu ku. Di setiap ibadah yanng aku lakukan tak luput untaian kata-kata do’a aku bisikan agar Allah memberikan cahaya bagi sosok yang aku panggil bapak ini, agar Bapak bisa menjadi pelita dan cahaya bagi keluarga kami seperti halnya Rasulullah. InsyaAllah i believe, may be not now, but i believe it’s not too longer
Teriris rasanya hati ini ketika melihat ayah yang selalu menceritakan rasa bangganya terhadap anaknya, teriiris hati ini setiap melihat sosok ayah yang selalu bekerja keras utuk pendidikan anaknya, teriris hati ini menggambarkan sosok ayah yang selalu berkorban, melindungi,memberikan rasa kasihnya untuk kebahagiaan keluarganya. Ya Allah adakah rasa itu mungkin bisa aku rasakan dari sosok yang aku panggil “bapak” itu adakah secuil kebaikan dalam sosok yang kupanggil “Bapak” ini? Adakah yang patut aku jadikan tauladan bagi sosok yang aku panggil bapak ini?
Dibalik semua sikapmu “bapak” aku percaya hati kecilmu menjerit ketika melihat putri ini berada jauh dari mu, merauntau seorang diri di dunia tambang yang keras ini. Dihati kecilmu aku rasakan ada kekhawatiran yang begitu besar karena engkau tidak pernah memberikan bekal dan contoh yang baik untuk putrimu ini. Rasa rindu ku rasakan begitu hebatnya kepada sosok yang kupanggil “bapak “ini. Aku ikhlaskan segalanya....aku lapangkan dada....
Menetes air mata ini mengingat waktu itu distasiun kereta, tampak jelas kekhawatiran mu “ bapak” ketika engkau melepas anak gadismu ini merantau seorang diri dengan memalingkan wajah diikuti derai air mata yang mengalir. Aku rindu saat itu....aku rindu untuk kali pertama aku melihat hati kecil bapak yang masih menaruh rasa khawatirnya akan sosok gadis kecil ini. Di sini bersama hembusan angin,belaian dedaunan,kicauan burung,deru ombak sungai.....aku titipkan rasa rindu ini untukmu “ Bapak” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar